Lari Lintas Alam 2008

Posted: Juli 16, 2008 in Umum


Udara dingin sekitar pukul 4.30 pagi tak mengurangi semangat kami untuk bangun pagi. Hah..bangun pagi, hal ini memang sangat langka apalagi dimasa libur kuliah. Kuliah aja bangun jam 8..hhehehe. Lembur mas..?

Hari ini aku dan Willy akan mengikuti Lari Lintas Alam 15km di Berastagi tepatnya di Simp.Doulu. Lomba ini mengambil rute Simpang Doulu – Debuk Debuk – Deleng Singkut – Jaranguda – Taman Mejuah-juah.

“Woi bangun…..!!! mandi!!! Jam Segini….Brrrr…”

Dengan mata yg masih setengah mabuk karena tidur hanya 3 jam, kami bersiap-siap untuk mencari sarapan pagi ( jam 5, mana ada..).memang betul belum ada warung yg baka jam segitu di Harmonika. Terpaksa cuman makan roti doang….itung2 buat ganjal perut aja…Ck..ck….mau lintas alam cuman sarapan roti + tidur 3 jam+semangat hidup??jago2.!..

Tongkat(alias gagang sapu), ransel, jacket, air minum, topi, sepatu, celana training, HP, dompet, OK lengkap..!! Brangkat!!

05.15 Kami pun berangkat sekitar menuju Stasiun Sinabung sekitar 10 menit dari kosan. Menurut panitia kami harus sampai di lokasi sebelum jam 8, sekaligus mengambil nomor registrasi peserta tidak lupa bayar uang pendaftaran alias premi asuransi sebesar 300 perak. Perjalanan dari medan ke Berastagi memakan waktu sekitar 2 jam. Sesampainya di Stasiun, kami menunggu sekitar 15 menit untuk mendapatkan bus..Sambil menunggu bus kami sedikit berbicang bincang dengan para kernet yang ada disitu…

“Mau mukulin siapa bang??bawa2 tongkat. Mau jualan di pajak Berastagi ya.???”

05.35 .Akhirnya bus yng ditunggu2 datang juga.

Di bus kami coba untuk istirahat tapi tetap aja ga bisa, hembusan udara pagi yg duingiiin tak terelakkan…penumpang yg hanya 4 orang membuat perjalanan menjadi lambat, supir sibuk cari sewa. Ditengah perjalanan, seorang nenek karo menghentikan bus..

“Nak, tolong dulu angkatkan barang keatas…”pinta nenek itu.

Dengan mata yg mata yg stengah layar aku diam cuek saja, namun willy yg duduk duduk didepanku sigap untuk membantu nenek itu.

“Ah…paling 2 karton”pikir Willy

Ternyata…..hahhahaha…buanyak x bawaan nenek itu. Pepaya beberapa biji, gula merah 3 karton, goni 3 (aq ga tau apa isinya) dll.

“Ngapain Wil? Pemanasan.?? Hhahahha” ucapku. “Pemanasan sebelum lomba?”

Bus kembali melanjutkan perjalanan, kawasan pegunungan Sibayak mulai terlihat. Terlihat cahaya pagi menerpa pegunungan ini. Indah. Gunung terlihat berwarna oleh cahaya matahari. Pemandangan sepanjang jalan cukup utk menyegarkan mata.

07.10 Kami tiba di simp. Doulu, titk start perlombaan lintas Alam.

“kok ga ada orang..?? Ga salah tempat kita kan?” tanya Willy

“Ga, memang ini kok tempatnya”jawabku.”Sebelumnya, kita cari kamar mandi dulu, aku dah sepi x dari tadi”

“Ngapain cari kamar mandi, itu ada ladang orang” kata Willy sambil menunjuk sebuah ladang sekitar 20m dari tempat kami. (ehm..mudah-mudahan yang punya ladang ga baca..)

“Ah…..lega juga, dari tadi dah nahan2 aja….hheheheh” ucapku. “Cepat nanti datang orang”

Hingga jam 08.00 panitia yang dinanti tak kunjung padam eh..maksudku tak kunjung datang. Para peserta mulai berdatangan.

“Akh…gila, ini untuk lomba kok yg ikut atlit semua, PASI Karo, POPDASU Deli Serdang, SECABA…..berat nihhh……”

Ternyata peserta lomba tak seperti yang kami duga, kebanyakan memang peserta terlatih.

“Cemana mau menang, latihan ngga, begadang wajib, sarapan ngga, nyampe finish aja dah bagus x “ ucapku

09.00 Panitia mulai terlihat, kemudian memberikan beberapa instruksi mengenain tata cara lomba kepada seluruh peserta. Panitia juga menyediakan Aqua buat tiap peserta.

09.10 Lomba di mulai, setiap peserta harus melewati rute yang telah di tentukan oleh panitia. Pada pos tertentu, panitia menyediakan tanda warna berbeda sebagai tanda peserta telah melati pos tersebut. Semuanya ada 4 tanda warna.

Simpang Doulu – Lau Debuk-debuk, rute ini merupakan jalan beraspal. Saat start dimulai seluruh peserta berlari hingga debuk-debuk. Kondisi jalan beraspal dan naik turun membuat stamina cukup terkuras.

“Lari2 kecil aja dulu, hemat tenaga buat nanti”ucapku dalam hati. Ternyata tidak ada yg berpikiran demikian. Gas terus..!! Akupun ikut berlari, sementara Willy ada sekitar 20 m di depanku. Kamipun terpisah. Hingga ¾ rute pertama aku masih berlari.

“Gila, capek x baru kali ini lari selama ini”batinku. Mendekati akhir rute 1, banyak peserta mulai berjalan kelelahan, termasuk aku. Sialnya lagi, aku sempat dikejar2 anjing.

“ Dasar anjing!!”

Debuk-debuk-Deleng Singkut, rute ini termasuk berat karena mendaki total. Merupakan hutan yang cukup berbahaya karena jika salah langkah bisa terguling kebawah. Pendakian terasa sangat berat karena tenaga habis untuk berlari tadi, belum lagi di rute ini tidak ada tempat beristirahat. Kalau dalam tenik sipil, ibarat sebuah tangga tanpa Bordes. Walau sangat lelah, tetap aku paksakan untuk naik terus. Hujan semalam juga menyebabkan tanah menjadi licin dan mudah longsor. Karena itu harus berhati-hati dalam mengambil langkah. Pada ute ini terdapat hutan bambu yg tumbuh subur, tidak sedikit pula bambu yg tumbuh melintang menghambat pendakian. Dari awal pendakian hingga puncak tampak seluruh peserta sangat berhati2. Setelah melewati hutan bambu, kami menuruni bukit yg ditumbuhi rumput dan sangat licin akibat air hujan sekitar 1km. Dan akhirnya keluar dari hutan tepat didepan jalan raya.

Deleng Singkut-Jaranguda, rute ini merupakan jalan beraspal menurun. Tampak mulai ada peserta yang kembali berlari. Dari deleng singkut terlihat pemandangan kota berastagi dan gunung sinabung. Tidak sedikit peserta yg menyempatkan diri berfoto di sini. Dari sini, aku kadang berjalan untuk memulihkan tenaga. Kurogoh kedalam tas, aku ambil HP dan headset pasang MP3.

“Let the boddies hit the floor…!!”

Beat lagu ini cukup membangkitkan semangatku untuk kembali berlari.

Jaranguda – Taman Mejuah-juah(finish), jalan beraspal menurun. Kakiku yg sudah mulai sakit karena sepatu yg sempit cukup menghambat langkahku. Jalanan menurun juga membuat jari2 kakiku terjepit di ujung sepatu. Karena itu, aku buka sepatu dan berlari dengan hanya mengenakan kaus kaki saja hingga finish ditaman mejuah-juah.

10.22 Finish…….fuaaaaaaah…….!!! 15 kilo……mendaki gunung lewati lembah…sungai mengalir indah kesamudra.

Sementara itu, Willy yang finish 20 menit lebih awal tampak beristirahat kelelahan.

“Sarapan yok….!!”ajakku sambil melirik ketukang bakso yg ada dlapangan tersebut. Jam segini sarapan.

“Bang, ada sarapan?? Kasi 2 mangkok.

Pemenangnya? Selamat ya…..

Seperti yg sudah diduga, hampir seluruh pemenang merupakan utusan dari PASI setempat..

Yah….ga papa lah..itung2 pengalaman nambah…dan masih bisa nyampe finish. Coba lagi taon depan yuk..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s